Senin, 12 Desember 2011

Jadikan belajar yang menyenangkan


Bagaimana menjadikan belajar yang menyenangkan dan mengasyikkan, berikut beberapa tips untuk dapat mengajar yang dapat menyenangkan peserta didik.
1. Bermain
Sangat manusiawi, jika seorang rela mengeluarkan uang dan meluangkan waktu untuk memenuhi kepuasan bathin melalui perjalanan wisata atau mengunjungi tampat permaian dan hiburan
Belajar tidak selalu berurusan dengan hal-hal yang bersifat serius. Sesungguhnya, kemampuan bermain merupakan unsur penting dalam banyak hal terlebih kreatifitas, bermain mencakup semua bentuk senang-senang, termasuk mainan, olah raga, bercanda, serta aktifitas lain yang mungkin tampak remeh namun dapat memberikan dampak yang begitu besar. Apapun bentuknya, dalam bermain kita menanggalkan sikap serius yang berlebih namun di balik itu kita menemukan beragam sisi baik, dan sisi yang terpenting adalah perubahan. Dalam pelaksanaannya bermain bisa dibagi menjadi tiga :

1. Play / La'bun,

Permainan sederhana, bebas atau tanpa kendali. Dalam permainan ini murid dihadapkan dengan media permainan anak yang beragam dan murid dibebaskan untuk memilihnya, bahkan diharapkan ia dapat mencari media permainan sendiri. Sangat bijaksana jika media permainan tidak terlalu terikat, seperti halnya kebiasaan banyak orang melarang anak bermain sesuatu dengan alasan gender, contohnya, seorang anak laki-laki yang dilarang main masak-masakan. Atau seperti perkataan "perempuan kok main mobil-mobilan". Padahal tujuan pendidikan adalah mempersiapkan anak untuk siap memasuki kehidupannya mendatang, bisa jadi di kehidupan mendatang anak laki-laki tadi berkelut dengan profesi sebagai koki di sebuah restoran, toh banyak koki di restoran berbintang adalah laki-laki, lalu mengapa kita batasi permainan anak lantaran persepsi bahwa bermain masak-masakan adalah mainannya perempuan. Atau seorang anak perempuan yang dilarang bermain mobilan, padahal sudah banyak pengendara mobil yang perempuan bahkan seorang mekanikpun.
Ada juga yang melarang anak bermain dengan alasan bahaya, Setiap kali anak bermain pisau atau api, spontan orang tua atau pendidik malarangnya. Mengapa tidak luangkan waktu satu, dua, tiga jam atau seharian untuk mengajari anak menggunakan sebuah pisau, dengan simulasi yang proporsional. Pastikan anak aman bersama sebuah pisau. Demikian juga dengan api. Pada prisnsipnya semua media bersifat netral tidak ada batasan. Hal terpenting bagi pendidik adalah pengawasan dan memberikan arahan yang benar.
Ingatlah ! perlengkapan permainan yang anda siapkan yang terpenting adalah harus memperluas pemikiran anak. Selanjutnya mari kita perhatikan manfaat-manfaat dari permainan bebas ini.
Manfaat pertama dalam permainan ini adalah Kemandirian. Anak melatih dirinya untuk tidak selalu tergantung dengan orang lain. Mencari, memilih bahkan membuat permainan sesuai dengan kebutuhannya merupakan dasar kemandirian yang dikenal dengan istilah Prinsisp Swadaya yaitu kemampuan seseorang untuk merencanakan sesuatu, melaksanakan, kemudian mengevaluasinya. Seorang yang memilih untuk bermain bola, pasti sudah melakukan sebuah perencanaan. Selama permainan berlangsung berati ia telah melakukan, dan setelah permainan usai dia akan mengadakan evaluasi meskipun sederhana. Setidaknya ia mampu menilai, sejauh mana ia bisa bermain bola.
Manfaat kedua adalah Enjoy atau senang. Bermain yang sesuai dengan kemauan anak pasti berdampak senang pada dirinya, dan merupakan bekal untuk kegiatan selanjutnya. Bayangkan, seorang pelukis ternamapun jika hatinya tidak sedang senang maka tidak akan menghasilkan lukisan yang indah atau bahkan tidak terlukis satu gambarpun.
Kemudian manfaat yang ke tiga adalah Bermain bersama teman. Bermain bersama teman di sini berarti anak dapat memilih teman bermainnya sesuai dengan kemauannya, tidak seperti permainan yang diatur oleh seorang pendidik, karena belum tentu anak menyukai tim yang dibentuknya. Anak dapat bebas memilih teman sesuai dengan komunitas kecilnya yang mempunyai minat bermain yang sama. Anak yang suka bermain karet akan bergabung anak lain yang juga suka dengan permainan karet, anak yang suka memanjat pohon akan bergabung dengan anak yang juga suka memanjat pohon.  Dengan demikian keunikan mereka bisa mereka kembangkan bersama-sama.
Manfaat keempat adalah Inisiatif. Anak yang biasa memilih permainan sendiri, cenderung inisiatif, tidak menunggu diperintah untuk memenuhi kebutuhan perkembangannya. Tetapi ia mencoba menjemput bola dan ada energi untuk mengatasi diri dari penghalang-penghalang perkembangannya.
Manfaat kelima adalah Antusias. Ibarat sebuah HP yang yang membutuhkan batere. Agar HP dapat digunakan dengan baik, maka batere tersebut harus dalam keadaan full charge. Untuk mendapat energi yang besar dalam belajar maka seorang murid membutuhkan antusias, sementara untuk mendapat antusias membutuhkan proses charging, proses charging itu adalah bermain.
Manfaat keenam adalah Spontan. Tidak membutuhkan pemikiran yang jelimet bagi anak untuk menyadari bahwa sebuah aktifitas harus segera ditangkap. Mengapa demikian ? Karena anak sudah terbiasa dengan menemukan kebahagiaan melalui permainan mereka. Begitu bel istirahat berbunyi seluruh murid berhamburan ke berbagai tempat untuk menjalankan aktifitas yang menyenangkan masing-masing tanpa membutuhkan pemikiran yang panjang, semua berjalan secara spontan. Inilah Super Training yang mereka dapatkan agar kelak merekapun mampu menemukan cara agar mereka dapat meraih kebahagiaan dengan cara yang cepat dan tidak berlama-lama dalam kekacaubalauan.
Manfaat yang ketujuh adalah kemampuan Mengambil Keputusan. Hampir serupa dengan manfaat yang keenam yaitu spontan dalam hal mampu menangkap aktifitas dengan nyata dan terang, hanya saja pada pengambilan keputusan tidak menuntut waktu yang segera, tidaklah penting sebuah aktifitas dilaksanakan dalam jangka waktu dekat atau waktu yang lama, yang terpenting adalah anak membiasakan diri untuk menemukan jalan mana yang terbaik baginya untuk ia lakukan.
Manfaat selanjutnya adalah Antar guru dan murid terjadi komunikasi, Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi tidak langsung. Ketika seorang anak memutuskan untuk mengambil bola kaki untuk permainannya dan seorang guru memperhatikannya, sebenarnya telah terjadi komunikasi dua arah. Seakan anak tersebut berkata "Wahai guruku, aku senang loh dengan permainan bola", Sang pendidik yang baikpun berkata "Wahai anakku aku tahu apa maumu, aku berjanji akan memberikanmu fasilitas yang baik dan aku akan membatumu sekuat tenagaku agar kamu menjadi pemain bola yang akan mengharumkan bangsa ini".
Luar Biasa ! Sebuah percakapan yang menentramkan hati orang-orang tua murid yang percaya betul menyerahkan perkembangan anaknya kepada sebuah sekolah. Hanya saja komunikasi ini biasanya jarang terjadi. Jika anak sudah asyik bermain biasanya gurupun juga asyik dengan kegiatan sendiri. Saya sangat setuju jika permainan bebas bukan hanya dilakukan untuk mengisi waktu istirahat saja, tetapi masuk dalam rangkaian kurikulum sehingga menjadi perhatian bagi guru untuk melihat sejauh mana motivasi anak terhadap sebuah aktifitas. Class Meeting yang biasa dilakukan sekolah akan memberikan arti yang lebih jika dilakukan di awal masuk sekolah, karena saat itu adalah saat yang tepat untuk menentukan bagaimana membina anak dalam satu tahun kedepan berdasarkan potensi anak yang terlihat pada kegiatan Class Meeting tersebut. Kenyataan yang ada adalah hampir terjadi di banyak sekolah pelaksanaan Class Meeting hanya dilakukan sebagai pengisi keluangan waktu setelah ujian sekolah, sehingga sulit terjadi komunikasi antara guru dan murid karena gurupun mempunyai kesibukan lain yaitu mengisi raport.
Manfaat yang terakhir adalah Nilai minat siswa dapat terbaca. Pada fase ini guru tidak sekedar tahu apa yang diinginkan murid, tetapi lebih dari itu. Guru mampu memberikan penilaian tentang seberapa trampil seorang murid mampu mengembangkan keunikkannya.

2. Game / Musabaqoh
Seorang guru atau salah satu anak menjadi kendali pada permainan ini. Murid tidak lagi seenaknya bermain karena sudah mulai ada aturan dan penilaian, bahkan seringkali permainan ini menjadi sebuah pertandingan. Beberapa hal yang harus dipersiapkan dalam menentukan model permainan ini adalah :
Goal setting , Tujuan Pembelajaran
Judul, Tema
Planing, Tehnik Bermain
Media, Sarana atau perlengkapan permainan
Nah, bagaimana cara membuat sebuah permainan, berikut ini saya akan memberikan contoh.
Langkah pertama adalah anda tentukan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai. Misalnya, Siswa diharapkan dapat menyusun sebuah kalimat. Langkah kedua adalah membuat judul atau tema permainan yang sesuai dengan sesuatu yang sedang populer saat itu, Anggap saja saat ini adalah bulan Ramadhan, oleh karena itu tema permainan yang akan anda buat adalah "RAMADHAN".  Langkah ketiga adalah membuat aturan mainnya atau Tehnik Bermain, seperti :
1. Buatlah kelompok dengan jumlah peserta delapan orang. Kenapa delapan orang ? karena sesuai dengan jumlah huruf yang ada pada kalimat "RAMADHAN" yaitu delapan huruf.
2. Masing-masing peserta mendapatkan satu huruf, pegang huruf tersebut dengan kedua tangan dan letakkan di atas dada masing-masing. Posisi satu kelompok berbanjar. Seperti contoh :

3. Apabila Anda menyebutkan kalimat sambil mengangkat tangan, maka peserta menyusun huruf-huruf tersebut menjadi kalimat yang disebutkan dengan cara berpindah tempat. Kalimat yang anda buat tidak boleh keluar dari huruf yang ada pada kalimat "RAMADHAN" contohnya "RAHMAN"  Anda perintahkan, maka ucapkan, "Siap", "selesai" atau "Allahu Akbar"  dan bisa digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu, maka sampaikanlah dengan kemasan sebuah cerita yang dikaitkan dengan tema. Berikut saya berikan contohnya :
      Bulan puasa adalah bulan dimana orang berima diwajibkan berpuasa, Makan dan minum di siang hari yang biasanya dihalalkan, pada bulan puasa ini makan dan minum di siang hari hukumnya adalah ..............HARAM.
·        Ada banyak orang yang berpuasa tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali haus dan lapar. Mereka adalah orang yang tidak bisa menahan........... MARAH.

      Salah satu hikmah dari berpuasa adalah kepedulian, saling mencintai dan berkasih sayang. Kasih sayang sesuai dengan nama Allah yaitu ......... RAHMAN
      Allah memberikan keringanan bagi mukmin untuk tidak berpuasa apabila sakit atau dalam perjalanan, termasuk jika kalian berjalan jauh sampai masuk ke dalam hutan, anak-anak tahu siapa yang tinggal di dalam hutan ?.... (arahkan jawaban keTarzan), Pernah nonton film Tarzan Betawi ? Siapa yang berperan sebagai tarzan selain benyamin ...... MANDRA.
      Kalimat seperti "Mandra" sesekali boleh dimunculkan agar suasana bermain semakin bergembira. Apabila pembuatan kalimat terpaksa keluar dari tema, hal tersebut dibolehkan asal pesan tidak keluar dari materi pendidikan, seperti contoh :
      Sebelum sholat kita disyaratkan untuk berwudhu, agar jiwa dan raga kita menjadi bersih, wudhu harus selalu dijaga agar kita tetap mendapatkan pahala, salah satu yang menyebabkan batalnya wudhu kita adalah apabila kita menyentuh........DARAH.
      Janganlah kamu dekati sholat sedangkan kamu dalam keadaan mabuk, minuman yang memabukan yang disebutkan dalam al Qur’an adalah ........ HAMAR.  Atau bisa juga kita arahkan ke bidang studi lainnya, seperti :
      Salah satu makhluk hidup adalah pohon, sama seperti manusia pohonpun juga membutuhkan makanan, hanya saja cara mereka makan berbeda dengan manusia, salah satu bagian dari pohon adalah ........ DAHAN.
      Banyak lagi kalimat yang bisa anda buat yang tidak keluar dari kalimat "RAMADHAN" seperti, ADAM, ARMADA, AMAR, DAMAR dsb.

Langkah terakhir adalah menentukan Media atau Perlengkapan Permainan.
      Huruf dibuat agak besar agar terlihat dari jarak 6 – 8 meter.
      Bahannya bisa terbuat dari kertas tebal atau triplek.
      Warna huruf diusahakan dengan warna yang mencolok dan dibedakan warna kelompok. Jika ada 4 kelompok maka dibutuhkan 4 kalimat "RAMADHAN" dengan 4 warna berbeda.

3. Sport / Riyadhoh

Permainan jenis ini meski sudah mempunyai aturan baku baik nasional ataupun internasional, namun bisa juga kita sajikan dalam bentuk yang berbeda dalam rangka melejitkan kreatifitas. Ada jenis olah raga yang tidak hanya menjadikan kita merasa riang dan berfikir jernih, tetapi juga mendorong  kerja sama dalam kelompok dan cara berfikir strategis. Pikirkan saran-saran berikut ini :
      Selenggarakanlah Fun Bike bersama murid-murid anda dengan menjelajah ke berbagai tempat yang belum pernah dikunjungi.
      Selenggarakan pertandingan sepak bola di lapangan pasir untuk anak-anak dan orang tua mereka masing–masing.
      Adakan pertandingan Olah Raga apa saja yang melibatkan guru dan murid, agar guru dapat menyelami dunia murid melalui kacamata mereka.
      Tukarlah peralatan olah raga. Misalnya bermain sepak bola dengan menggunakan bola kasti atau bola basket. Atau mainkan tenis meja dengan menggunakan sarung tinju.

Semua itu dilakukan dalam rangka menimbulkan gairah belajar dan perspektif yang segar tentang lingkungan belajar.
2. Bercerita

Bercerita adalah sebuah cara untuk menyampaikan informasi / pengetahuan secara lisan. Cerita kadang identik dengan sesuatu yang mengada-ngada, berlebihan, bualan bahkan keluar dari logika. Hal tersebut sangat dibutuhkan karena dalam bercerita anak-anak lebih tertarik dengan hal yang bersifat ilusi dan imajinatif dibandingkan dengan cerita yang realita, meski demikian pendidik harus mengacu pada tujuan pendidikan dan jauh dari kebohongan. Bercerita adalah suatu proses kreatif anak-anak, dalam perkembangannya, dongeng senantiasa mengaktifkan tidak hanya aspek-aspek intelektual, tetapi juga aspek kepekaan, kehalusan budi, emosi, seni, fantasi dan imajinasi, tidak hanya mengutamakan otak kiri, tetapi juga otak kanan.
Sebagaimana tujuan pendidikan adalah mempersiapkan anak untuk siap menghadapi kehidupan mendatang, maka cerita menawarkan kesempatan pada anak untuk mengenal kehidupan lebih luas.
Strategi pendekatan ini digunakan bertujuan memberikan arahan yang menarik, mudah dicerna, serta membekas kepada yang mendengarkannya. Tujuan dari bercerita adalah :
• Melatih Daya Tangkap
• Melatih Daya Konsentrasi an Imajinasi
• Membantu Perkembang
• Membangun Motivasi Menyampaikan Nasehat.

Tehnik penyajiannya bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu atau peraga, yaitu menggunakan media lain sebagai pengganti atau untuk mewakili objek cerita. Bisa dilakukan dengan menggunakan : benda tiruan, gambar, boneka dsb.
Tehnik kedua adalah tanpa menggunakan alat bantu atau peraga,yaitu bercerita dengan mengandalkan cara membaca naskah disertai penguasaan tehnik membaca serta ekspresi atau menyampaikan cerita diiringi reka adegan dengan meniru baik gerakan ataupun suara untuk lebih menghidupkan / memvisualisasikan alur cerita. Sekilas Tentang Dongeng kerabat kerajaanpun turut menikmatinya sebagai pelipur lara. asyarakat, bahkan kadang kisahnya dijadikan sebuah mitos. telah menjadi bahan tertawaan karena memang tidak logic



Berabad-abad silam cerita sudah tumbuh menjadi tradisi di Indonesia. Pada jaman kerajaan, para pendongeng mendapatkan gelar kehormatan dari raja. Kehidupan mereka dipenuhi oleh kerajaan karena keberadaannya sangat penting untuk menghibur raja dikala duka bahkan


Hari inipun keberadaan pendongeng mutlak diperlukan dan selalu diterima oleh masyarakat apalagi anak-anak. Mari kita tengok sejenak apa yang terjadi dengan perubahan masyarakat (evolution soceity) dimana keadaannya diawali dengan Masyarakat Tradisional. Pada masa itu cerita, dongeng, mitos begitu kental di tengah masyarakat, lihat saja dengan banyaknya kisah-kisah seperti Malin Kundang, Sangkuriang, Timus mas dan banyak lagi cerita-cerita yang menghiasi kehidupan m


Masuk pada era kedua yaitu Masyarakat Industri. Saat itu masyarakat hampir mengabaikan cerita atau dongeng karena mereka asyik berjibaku dengan beragam industri. Apalagi memasuki era Masyarakat Komputer, cerita atau dongeng semakin sayup terdengar bahkan seperti hilang dari peredarannya karena logika telah merajai masyarakat saat itu, segalanya harus teruji dan terukur, maka mitos seperti ”banyak anak banyak rezeki” bagaikan pakaian usang dan tidak tersentuh, bagaimana mungkin rezeki berlimpah sementara dengan satu anak saja sudah repot. ”Air putih yang disembur dengan mantra” atau ”akan bisulan jika duduk di atas bantal” bagi masyarakat. Walhasil, sesuatu yang terhitung menjadi pedoman dalan kehidupan masyarakat.


Tidak jauh dari masyarakat komputer masuk kepada era selanjutnya yaitu Masyarakat Internet, era ini adalah saatnya cerita bagaikan tanaman yang mulai bersemi dimana sebelumnya mati akibat kemarau. Orang mulai lagi cerita lewati SMS atau E-mail, dongeng-dongeng kembali muncul dipermukaan, mitos bahkan mistik kembali meramaikan kehidupan masyarakat. Tidak heran kalau dedemitpun kini menjadi selebritis di stasiun televisi entah itu ”Dunia lain”, Huka huka” atau ”Reg spasi ramal” kirim ke ........” Luar biasa ! justru di era internet ini, masyarakat kembali ke era awal yaitu era tradisonal. Karenanya ide untuk mengunakan cerita sebagai alat pembelajaran sangatlah tepat.


Manfaat Cerita

Cerita atau dongeng merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan aspek-aspek kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan), sosial dan aspek konatif (penghayatan) anak-anak. Selain itu cerita mampu membawa anak-anak pada pengalaman-pengalaman baru yang belum pernah dialaminya.


Menggagas Pembuatan Naskah Cerita Modern

Sebuah cerita disebut modern atau mutakhir jika cerita itu interaktif, subjektif, kreatif, dan inspiratif serta mengandung pergeseran dengan cara mengungkapkan pemikiran-pemikiran baru, pendirian-pendirian baru, dengan bentuk yang berbeda dengan sebelumnya.
a. Tehnik Penyusunan Naskah

1. Memilih Materi

2. Menentukan Premis dan Tema

3. Menyusun Situasi dan watak

4. Mengolah Materi

5. Proses Penulisan atau Penyusunan Naskah

b. Struktur Bentuk/Kerangka Situasi Cerita

1. Pemaparan / Eksposisi

2. Penggawatan / Komplikasi

3. Klimaks / Krisis

4. Peleraian / Antiklimaks

5. Penyelesaian / Konklusi

6. Struktur Dramatik Naskah

7. Bentuk / Wujud Dramatik

8. Tokoh atau karakter

9. Dialog

10. Petunjuk



Menjadi Pendongeng yang Mempesona

1. Kesiapan si Pendongeng (Rohani dan jasmani)

2. Materi yang disajikan menarik

3. Penguasaan Materi

4. kemampuan Berekspresi

5. Kemampuan Menirukan Suara

6. Gerak Pantomim

Permainan Peran

Untuk membangun pribadi yang berkarakteristik, percaya diri yang kelak akan membantu perkembangan dirinya diperlukan pelatihan mental. Hal tersebut bisa didapatkan dalam sebuah permainan peran yaitu dengan berpura-pura menjadi seseorang atau sesuatu yang lain. Nilai yang bisa diambil adalah bagaimana keluar dari pola pikir yang sudah mengakar, cenderung melepaskan rintangan dan membiarkan imajinasi membumbung.


Saya pernah mengajar di SMP swasta yang sebagian besar inputnya adalah anak-anak yang tidak membanggakan dalam kematangan intelegensi, demikian juga bukan anak-anak yang masuk dalam kategori ekonomi atas. Faktanya kepercayaan diri mereka sebagian besar tergolong rendah. Padahal saya punya keyakinan bahwa terampilnya anak dalam percaya diri adalah bekal untuk memasuki ketrampilan-ketrampilan berikutnya.

Pada tahun 1995 saya mengadakan training untuk murid-murid ke luar kota dimana kegiatan tersebut di dalamnya ada permainan peran. Sasaran di adakan sesi tersebut adalah menumbuhkan rasa percaya diri murid dan menciptakan karakteristik sekolah. Para murid saya minta untuk berperan sebagai seorang guru bahkan saya berikan kesempatan mereka untuk mempraktekkan peran mereka di Sekolah Dasar yang ada di sekitar tempat training. Hasilnya sangat menakjubkan. Mereka mampu memainkan peran tersebut dengan baik dan tanpa terasa kepercayaan diri telah masuk kedalam diri mereka. Sebagaimana keyakinan saya bahwa percaya diri adalah pintu gerbang dari ketrampilan-ketrampilan lainnya, maka bisa saya saksikan betapa mereka mudah memasuki fase-fase pembelajaran berikutnya dengan mudah, bahkan ketika mereka keluar dari SMP, mereka mampu menempatkan sekolah menjadi sekolah swasta yang mempunyai rangking tinggi dalam pencapaian Nilai Evaluasi Murni.
Sebuah contoh masyur, keberhasilan kreatif dalam bermain peran adalah sebuah kelompok eksekutif yang sedang melakukan pencurahan gagasan di Perusahaan Gillette pada tahun 1980. Sasaran diadakan sesi tersebut adalah mengembangkan produk sampo baru. Para eksekutif diminta untuk berpura-pura menjadi helai rambut. Dengan kondisi pemikiran seperti ini, mereka melakukan curah gagasan mengenai ciri-ciri bagaimana yang diinginkan sehelai rambut. Beberapa helai rambut menginginkan suatu pembersih ampuh, untuk membilas kotoran dari kulit kepala, yang lain menginginkan suatu formula lembut yang tidak akan menjadikan rambut bercabang. Menjelang akhir pelatihan, para eksekutif tersebut menyadari bahwa yang mereka butuhkan adalah sampo yang cocok dengan semua jenis rambut. Produk yang mereka ciptakan, Silkience, terus menjadi salah satu sampo paling populer di pasaran.

Permainan peran bisa dimainkan secara individu atau dalam kelompok. Ada beberapa petunjuk penting permainan peran :

Peran apa saja jadi, Pilih peran apa saja meskipun tidak sesuai dengan karakternya, dan hindari komentar antar satu dengan lainnya ucapan yang bernada kritik, menghina atau perkataan yang bernada meremehkan, karena hal tersebut biasanya menjadikan orang "merusak karakter", dan menjadi terlalu sadar akan tubuh, suara dan gerakan mereka.


lakukan Pemanasan, sebagaimana sebelum olah raga membutuhkan pemanasan, maka permainan peran juga membutuhkan pemanasan. Perintahkan seluruh peserta permainan untuk menggerak-gerakan tubuh mereka agar tubuh mereka terasa lentur dan tidak kaku sehingga mereka merasa bebas menggunakan tubuh saat memainkan peran.

Peran tidak terbatas hanya dalam bentuk manusia, berpura-puralah sebagai apa saja, bisa anda mulai dengan memainkan peran binatang, makanan, tumbuhan, alat-alat dapur, perangkat sekolah, benda-benda hidup ataupun benda-benda mati. Untuk memberikan penjelasan yang benar tentang manfaat menggosok gigi kepada para murid, beberapa guru di sekolah memainkan peran. Ada yang berperan sebagai gigi, pasta gigi, sikat gigi dan kuman. Akhir dari permainan peran tersebut para murid sadar akan pentingnya menggosok gigi.

Dalam bentuk terarah atau bebas, Dalam bentuk terarah, guru atau ketua kelompok menentukan adegan tertentu yang harus dilakukan oleh para pemain, sedangkan dalam bentuk bebas seluruh pemain boleh melakukan apa saja yang mereka inginkan. Yang terpenting mereka mengetahui rumusan ide, serta tujuan dari permainan peran ini.


Permainan peran mempunyai nilai yang strategis dalam melahirkan begitu banyak ide atau gagasan. Permainan ini mendorong terciptanya kekompakan tim dan kerja sama, juga mendorong para murid untuk bergembira ria.

3. Bernyanyi

"Giliran lagu aja pada hafal, kalau pelajaran, susah masuknya". Demikianlah kalimat klasik yang sering keluar dari orang-orang yang berpandangan negatif terhadap lagu. Mereka pikir lagu telah mengalahkan anak-anak dari belajar. Andaikan mereka melihat sisi baik dari sebuah lagu, mereka akan sadar bahwa lagu sangat membantu mereka dalam belajar.

Sejauh ini bernyanyi adalah strategi yang paling ampuh dalam proses tranformasi ilmu kepada murid. Seperti yang telah saya contohkan kepada anak saya yang kesulitan menghafalkan ciri-ciri makhluk hidup.

Ketika peringatan Milad Universitas Islam "45", saya diundang untuk mengajarkan anak-anak dosen, staf dan Pengurus Yayasan cara menulis Kaligrafi. Pada awalnya anak-anak tidak terlihat minat yang besar untuk mempelajari kaligrafi karena saat itu saya lihat hanya dua anak yang siap mengikuti pelajaran saya. Lalu saya meminta panitia untuk menyiapkan sebuah gitar karena saya ingin bernyanyi. Saya ambil keputusan untuk bernyanyi karena sangat berhubungan dengan kaligrafi. Kaligrafi adalah sebuah karya seni. Sebuah karya seni indah dibuat oleh seorang yang memiliki hati yang indah. Oleh karena itu, dengan menyanyi saya ingin merubah paradigma dari kaligrafi sesuatu hal yang dipandang sakral, menjadi sebuah karya seni indah. Saya mulai dengan lagu grup musik Ungu yang berjudul "Demi Waktu" dengan syair yang telah saya ubah menjadi syair yang menggambarkan bagaimana cara belajar sebuah kaligrafi. Silahkan anda cermati lagu ini :

Kalau saja dari dulu

Ku tlah jumpa pak guru

Tentu aku tlah pandai kaligrafi

Buku gambar dan pensil kini Ada di depanku

Membawa hasratku untuk menulis

Reff ": Ajarkan aku menduakan pensilku

Berat rasa hatiku bila cuma satu

Dan bila satu aku pipihkan pensilku

Empat Lima derajat kupotong ujungnya

Seandainya bila kutak sanggup menulis

Ajarkan aku.

Selesai saya menyanyi, kurang lebih 20 anak sudah siap mengikuti pelajaran kaligrafi saya dengan suasana yang rileks, senang, tanpa beban tidak seperti sebelum saya bernyanyi.


Selain menciptakan suasana riang, sayapun telah menyampaikan beberapa pesan kepada mereka berkaitan dengan pelajaran kaligrafi, yaitu :

1. Siapkan buku gambar

2. Siapkan pensil.

3. Bisa mengunakan dua pensil atau satu pinsil dengan cara dipipihkan, dan ujungnya dipotong miring sekitar 45 derajat.


Di kesempatan lain, ketika Ramadhan 1428 H, saya diminta untuk mengisi materi di beberapa sekolah. Salah satunya adalah SDIT Al Khoirot di Condet jakarta Timur. Saya paham bagaimana keadaan anak-anak ketika puasa, pasti ngantuk, lemas dan capek apalagi semalam mereka habis qiyamul lail. Bisa saya bayangkan sebuah ceramah pasti tidak akan efektif buat mereka. Untuk mensiasatinya maka saya sampaikan melalui sebuah lagu. Saat itu saya menggubah lagu hit dari Drive yang berjudul "Bersama Bintang". Kenapa saya pilih lagu itu ? Karena saya yakin seluruh anak pasti mengenal dan bisa melagukannya. Begini syairnya :

Hari ini kita puasa

Dekatkan diri padanya

Bukan Cuma lapar dahaga

Tapi tuk menjaga jiwa

Perbanyak tadarus Al Quran

Ngomongin orang ditinggalkan

Zakat fitrah dikeluarkan

Sholat malam jangan dilewatkan

Reff : Tidurnya dapat pahala

Apalagi kerjanya

Pahala berlipat ganda

Agar kita taqwa


Baru sekali saya nyanyikan lagu tersebut, untuk kali yang kedua anak-anak sudah bisa mengikutinya. Berarti kalau anak-anak sudah bisa menyanyikanya, sebenarnya saya telah tuntas menyampaikan sebuah materi.


Mungkin anda bertanya, Kenapa mesti menggubah lagu ? kenapa tidak membuat sebuah lagu ? dan kenapa mesti lagu orang dewasa ?

Jawabanya adalah efektifitas. Kita mendapatkan perintah untuk menyampaikan sesuatu kepada manusia sesuai dengan pola pikir mereka. Apa yang saya lakukan adalah berangkat dari konsep ini. Ada beberapa lagu yang telah saya ciptakan dan telah saya coba menyampaikannya kepada anak-anak. Bersyukur di awal lagu telah mendapat tepuk tangan yang meriah dari anak-anak, tapi selanjutnya mereka terdiam karena tidak mudah mengangkat pesan dari sebuah lagu yang baru, apalagi kalau saya mengharapkan anak-anak ikut serta melagukannya, maka itu sulit dilakukan. Bukan lagunya yang tidak bagus, tetapi perlu adaptasi untuk sebuah lagu baru. Maka menggubah lagu sementara ini merupakan cara yang efektif untuk menarik minat siswa.


Meski demikian, Dalam beberapa kesempatan memberikan lagu baru kepada anak-anak juga bisa berhasil. Untuk itu Anda perlu mengetahui bagaimana cara membuat sebuah lagu.

Cara Membuat sebuah lagu

1. Membuat syairnya dahulu kemudian dicarikan nada yang sesuai. Seperti yang pernah dilakukan oleh Komponis terkenal Ebiet G Ade. Ketika beliau melihat bencana yang terjadi akibat meletusnya Gunung galunggung, lalu beliau buatlah sebuah syair yang mengajak kita untuk instropeksi diri, setelah syair selesai dibuat lalu beliau masukan nada-nada yang disesuai dengan syair tersebut. Simak dua bait lagu beliau

Kita mesti telanjang dan benar benar bersih

Suci lahir dan di dalam bathin

Tengoklah ke dalam sebelum bicara

Singkirkan debu yang smakin melekat

Oooooo singkikan debu yang smakin melekat.......

Anugrah dan bencana adalah kehendaknya

Kita meski tabah menjalani

Hanya cambuk kecil agar kita sadar

Adalah dia diatas segalanya

Oooooo adalah dia di atas segalanya.....

Ini cocok bagi anda yang mempunyai hobi membuat syair, mulailah membuat lagu dengan cara ini, teruslah menulis syair, biarkan banyak kata mengalir deras menjadi kalimat indah dalam kertas atau buku anda. Atau tulis kata-kata yang menggambarkan suasana hati anda, atau masalah yang sedang di hadapi, atau kata-kata yang mengguggah. Apapun yang ada dalam pikiran anda, teruslah menulis. Kalau sudah selesai dengan syair yang anda buat lalu temukan nada yang sesuai, tidak peduli apakah dalam satu minggu atau satu bulan baru anda temukan nada yang sesuai.

2. Membuat nada adahulu, kemudian masukan syair yang sesuai. Jika berminat dengan cara ini, kapanpun dan dimanapun anda berada, biasakan untuk bersenandung. Perlu sedikit modal untuk membeli sebuah alat rekam, bisa sebuah tape recorder, HP, Flashdisk atau alat perekam lainnya, karena anda tidak tahu kapan anda menemukan nada yang menurut anda bagus dan indah. Bisa jadi ketika anda sedang menunggu di halte bis untuk menunggu seseorang atau sekedar menghindari hujan, saat itu keluar dari mulut anda senandung yang indah, maka jangan tunda waktu untuk merekamnya. Untuk membuat nada bisa juga dilakukan dengan menggunakan alat musik, dengan cara menentukan dahulu akordnya lalu carilah nada yang sesuai dengan akord yang dipilih. Apabila sudah yakin dengan nada yang anda temukan, kemudian isi dengan syair yang anda inginkan.


3. Syair dan nada dibuat bersamaan. Cara seperti ini sering dilakukan oleh para pengamen jalanan yang dibuat secara spontan.


4. Humor

Humor sering dikaitkan dengan sesuatu yang lucu, kejadian yang menggelikan dan gelak tawa. Mari kita samakan pandangan bahwa humor juga bisa kita manfaatkan sebagai percik api yang menyalakan semangat belajar, memacu kreatifitas, melahirkan ide seru bahkan memecahkan masalah.

Suasana asyik yang bertujuan untuk pelepaskan ketegangan adalah komponen vital sebuah lingkungan belajar yang efektif. Penyajian humor dan sedikit canda bisa meleburkan kejenuhan yang kerap dialami oleh murid.

Sahabatku, tidak beda dengan keadaan kita, para muridpun akan merasakan payah dan bosan jika suasana belajar selalu dalam kondisi serius. Cobalah untuk mengawali atau mengakhiri pelajaran dengan sesuatu yang lucu, yang melibatkan seluruh murid. Apalagi kalau lelucon tersebut masih berkaitan erat dengan materi yang sedang disampaikan, maka materi yang anda sampaikan akan berkesan, sebuah kesan akan mudah sekali untuk diingat dan akan menyerap banyak ide.


Selamat ! buat tim kreatif salah satu program televisi yang bernama "Republik Mimpi". Sebuah ide cemerlang telah digulirkan dengan memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk mengenal diri, masyarakat dan bangsa melalui lakon yang cukup mengundang tawa. Dari awal sampai akhir sarat dengan pesan-pesan yang mendidik, namun enak untuk dinikmati. Bukan hanya itu, dampak dari kegiatan tersebut, mampu melahirkan ide-ide yang berkembang dari pendengarnya.

Ini dia kiat untuk mampu memadukan humor ke dalam kegiatan belajar :

• Carilah inspirasi dengan menonton program jenaka dari televisi, seperti Extravaganza, Empat Mata atau Lenong Bocah. Bukan hanya untuk hiburan semata tetapi sebagai tambahan ide untuk menghilangkan kejenuhan dalam belajar. Alangkah baik jika anda mengoleksinya melalui media rekaman.

• Buatlah kliping lelucon dari koran, majalah, internet dan catatan apapun yang yang bisa memicu anda untuk berpikir

• dengan cara baru yang menggairahkan.
• Berinteraksilah dengan orang-orang yang berkelut dengan hal-hal yang lucu, perhatikan apa yang bisa anda ambil dari mereka baik berupa ucapan, gerakan, atau syair-syair yang mengundang tawa.


• Kunjungi pergelaran yang mengkhususkan pada humor dan komedi di sekitar anda.

• Mulailah untuk mengoleksi lagu-lagu yang lucu atau menggubah lagu dengan kalimat yang menggugah gelak tawa tapi tetap terkait dengan materi pembelajaran.

• Jangan lupa untuk terus menyelami sisi bathiniyah murid. Agar lelucon yang anda sampaikan efektif.


Pekerjaan masih banyak, Istirahatlah !

Pejamkan mata. Bayangkan anda sebagai guru yang pekerja keras. Pagi-pagi sekali anda sudah siap keluar rumah menuju sekolah dengan segudang perencanaan yang telah disiapkan di malam hari, tiba di sekolah masuk kantor langsung duduk di depan meja membuka isi tas, lagi-lagi melanjutkan persiapan mengajar dengan beberapa perangkat mengajar, sesekali mengoreksi beberapa pekerjaan murid yang belum terselesaikan hingga terdengar bunyi bel tanda mulai mengajar. Layaknya seorang guru, anda berinteraksi dengan para murid dengan beragam aktifitas dan permasalahan di dalamnya. Waktu istirahat sedikit terabaikan karena ada hal yang harus diselesaikan seperti koreksi soal, murid bermasalah, laporan ke atasan atau hadirnya orang tua murid. Dan lanjut mengajar hingga usai waktu. Sepertinya perlu menyita dua, tiga atau empat jam untuk menyelesaikan beberapa tugas hingga berkurangnya waktu di rumah. Sampai di rumah sudah siap aktifitas serupa yaitu membuat perencanaan mengajar buat esok hari.  Gambaran di atas mungkin belum seluruhnya mewakili kesibukkan anda lainnya sebagai guru yang pekerja keras seperti mencari buku di perpustakaan atau toko buku, menambah income dengan les atau privat mengajar, atau dalam rangka sertifikasi dengan mengikuti training-training, atau menyelesaikan studi. Hingga nyaris menyita waktu libur.


Jika hal tersebut benar-benar terjadi, percayalah bahwa ruang anda untuk berkembang sangatlah kecil bahkan anda akan menemukan kejemuan. Ketahuilah seorang yang pekerja keras membutuhkan istirahat yang keras juga. Karena dengan istirahat keras anda akan menemukan kekuatan yang justru akan memudahkan untuk menyelesaikan pekerjaan anda selanjutnya. Apakah istirahat keras itu ?

Sahabatku, istirahat keras adalah totalitas untuk keluar dari kegiatan rutinitas yang salah satu manfaatnya adalah mendapatkan sudut pandang baru. Tidaklah terlalu berarti jika anda beristirahat sementara hati anda masih memikirkan pekerjaan anda. Adalah bijaksana jika anda matikan sementara handphone yang berhubungan dengan pekerjaan anda atau matikan sama sekali. Bila perlu anda lakukan sebuah perjalanan untuk membuka cakrawala baru yang tidak pernah anda duga sebelumnya.

Tetapi, Jika anda mencari pencerahan dengan cakrawala baru, perlu diperhatikan bahwa nilai sebuah perjalanan tidaklah terletak pada kuantitas melainkan pada kualitas. Sayangnya banyak orang lebih tertarik dengan perjalanan wisata yang menjanjikan banyak tempat yang melelahkan dan membingungkan karena membebani dengan begitu banyak sensasi baru. Cobalah datangi hamparan sawah selama satu, dua jam atau seharian agar anda dapat memahami hati dan jiwa tempat yang dikunjungi dan meresapi lebih banyak keindahannya, atau lewatkan hari anda dengan mengunjugi sebuah galeri atau menyaksikan pergelaran seni. Hal tersebut lebih bermanfaat dibandingkan sehari penuh tergesa-gesa menjelajahi banyak tempat, wal hasil kelelahan yang ada, sehingga hari esok bukan semangat yang timbul tetapi kemalasan. Jika kualitas perjalanan seperti yang telah saya contohkan di atas dapat dilakukan maka akan menimbulkan gairah baru atau sebuah perubahan sehinnga pekerjaan anda kedepan dapat diselesaikan dengan cara yang sederhana dan lebih kreatif, Istirahatlah !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar